Gudang Narasi

Gudang Narasi Indonesia

Tren Coffee Tonic Mewabah di Kalangan Runner, Ini Alasannya

Tren Coffee Tonic Mewabah di Kalangan Runner, Ini Alasannya

GUDANG NARASI – Dalam beberapa bulan terakhir, komunitas lari di berbagai kota besar Indonesia tengah ramai membicarakan satu minuman yang disebut-sebut dapat memberikan sensasi segar sebelum maupun sesudah berlari: coffee tonic. Minuman berbasis espresso dan tonic water ini mulai bermunculan di sejumlah kedai kopi, khususnya yang berlokasi dekat area populer untuk olahraga seperti stadion, taman kota, dan jalur running track.

Fenomena ini berawal dari maraknya unggahan para runner di media sosial yang membagikan rutinitas latihan pagi mereka ditemani segelas coffee tonic. Video pendek yang menyoroti proses menuang espresso panas ke dalam gelas berisi tonic dingin, lengkap dengan semburat gelembung karbonasi, mendapat respons antusias. Banyak yang penasaran—apa sebenarnya keistimewaan dari minuman ini?

Apa Itu Coffee Tonic?

Coffee tonic adalah minuman sederhana yang memadukan espresso dengan tonic water, yaitu air berkarbonasi dengan sedikit rasa pahit khas kina. Minuman ini biasanya disajikan dengan es batu dan tambahan garnish seperti irisan lemon atau kulit jeruk untuk memperkuat aroma segarnya. Perpaduan pahit, asam, dan sensasi berkarbonasi membuatnya menjadi alternatif penyegar yang berbeda dari es kopi susu atau cold brew.

Secara rasa, coffee tonic memiliki karakter unik: ringan, menyegarkan, dan punya sentuhan citrus yang membuatnya populer untuk dikonsumsi sebelum olahraga ringan hingga sedang.

Mengapa Disukai Para Runner?

Ada beberapa alasan mengapa coffee tonic menjadi favorit di komunitas pelari:

  1. Memberikan Energi Tanpa Terlalu Berat
    Banyak pelari menyukai konsumsi kafein sebelum latihan karena dapat meningkatkan fokus dan stamina. Coffee tonic memberikan efek kafein dari espresso namun tanpa rasa creamy dan berat seperti minuman kopi berbasis susu.
  2. Sangat Menyegarkan Setelah Lari
    Setelah berlari jauh atau melakukan latihan interval intens, tubuh biasanya membutuhkan sesuatu yang dingin dan segar. Karbonasi dari tonic memberikan sensasi refreshing yang cepat.
  3. Ringan di Perut
    Beberapa pelari menghindari kopi susu sebelum lari karena dapat menyebabkan ketidaknyamanan perut. Coffee tonic lebih ringan sehingga dianggap lebih aman dikonsumsi sebelum aktivitas.
  4. Tren Komunitas
    Tak bisa dipungkiri, pengaruh media sosial sangat besar. Ketika beberapa running crews populer mengunggah rutinitas mereka dengan coffee tonic, tren ini langsung menyebar luas.

Kedai Kopi Pun Ikut Menyesuaikan

Beberapa kedai kopi melaporkan adanya peningkatan permintaan menu coffee tonic, terutama pada akhir pekan ketika banyak komunitas lari melakukan latihan bersama. Beberapa bahkan membuat varian khusus seperti orange espresso tonic, berry tonic espresso, hingga versi rendah kafein untuk pelari yang sensitif terhadap kafein.

Apakah Coffee Tonic Aman Dikonsumsi Sebelum Lari?

Umumnya aman, selama tidak dikonsumsi berlebihan. Pelari yang sensitif terhadap asam atau memiliki masalah lambung perlu berhati-hati, mengingat kombinasi espresso dan tonic water punya tingkat keasaman tertentu. Selain itu, konsumsi kafein sebaiknya tetap disesuaikan dengan toleransi tubuh masing-masing.

Dengan rasa yang unik, sensasi segar, serta kemudahan dibuat, coffee tonic tampaknya akan tetap menjadi bagian dari kultur lari dalam waktu dekat. Baik sebagai pre-run booster maupun pelepas dahaga setelah lari, minuman ini berhasil mencuri perhatian para penggemar olahraga dan pencinta kopi sekaligus.