GUDANG NARASI — Selama ini kanker usus besar sering dianggap penyakit orang tua. Tapi fakta di lapangan mulai mematahkan anggapan itu. Kasus kanker usus besar pada usia muda, termasuk Gen Z, terus menunjukkan peningkatan. Fenomena ini bikin banyak orang kaget sekaligus khawatir: kok bisa penyakit serius ini menyerang usia yang masih tergolong muda? Para ahli menilai, lonjakan kasus ini erat kaitannya dengan gaya hidup modern yang tanpa sadar dijalani sejak remaja.
Kanker Usus Besar Tak Lagi Soal Usia
Dulu, kanker usus besar identik dengan usia di atas 50 tahun. Namun sekarang, diagnosis pada usia 20–30-an makin sering ditemukan. Sayangnya, karena masih muda, banyak penderita telat menyadari gejala dan baru memeriksakan diri saat kondisi sudah cukup serius. Gejala awalnya pun sering dianggap sepele, seperti:
-
Sakit perut berulang
-
Perubahan pola buang air besar
-
Perut kembung berkepanjangan
-
Berat badan turun tanpa sebab jelas
-
Mudah lelah
Karena terlihat “biasa”, keluhan ini kerap diabaikan.
Pola Makan Jadi Biang Kerok Utama
Salah satu faktor terbesar yang disorot adalah pola makan Gen Z. Konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan rendah serat jadi kebiasaan harian. Fast food, gorengan, makanan olahan, serta minuman manis berlebihan dapat memicu peradangan kronis di saluran pencernaan.
Kurangnya asupan serat dari sayur, buah, dan biji-bijian membuat kerja usus jadi tidak optimal. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko terbentuknya sel abnormal di usus.
Gaya Hidup Mager dan Kurang Gerak
Selain pola makan, gaya hidup sedentary alias kurang gerak juga jadi penyumbang besar. Terlalu lama duduk entah karena kerja, kuliah, atau main gadget membuat metabolisme melambat dan sistem pencernaan kurang aktif.
Aktivitas fisik sebenarnya membantu pergerakan usus dan menjaga keseimbangan bakteri baik. Saat tubuh jarang bergerak, risiko gangguan pencernaan pun ikut naik.
Faktor Kebiasaan Buruk Lainnya
Beberapa kebiasaan lain yang ikut memperbesar risiko antara lain:
-
Merokok sejak usia muda
-
Konsumsi alkohol berlebihan
-
Pola tidur berantakan
-
Stres kronis yang tidak terkelola
Kombinasi faktor-faktor ini bisa mempercepat munculnya masalah kesehatan serius, termasuk kanker usus besar.
Kenapa Gen Z Lebih Rentan?
Gen Z tumbuh di era serba cepat dan instan. Makanan praktis, kerja di depan layar, dan tekanan mental tinggi jadi bagian dari keseharian. Tanpa disadari, pola ini membentuk risiko kesehatan jangka panjang sejak usia muda.
Selain itu, kesadaran untuk melakukan skrining kesehatan di usia muda masih rendah. Banyak yang merasa “masih sehat” sehingga menunda pemeriksaan.
Bisa Dicegah, Asal Mulai Sekarang
Kabar baiknya, kanker usus besar termasuk penyakit yang bisa dicegah risikonya dengan perubahan gaya hidup. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
-
Perbanyak konsumsi serat dari sayur dan buah
-
Kurangi makanan olahan dan tinggi gula
-
Aktif bergerak minimal 30 menit sehari
-
Jaga berat badan ideal
-
Jangan abaikan gejala pencernaan yang tidak normal
Deteksi dini juga jadi kunci penting, terutama jika ada riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
Kesimpulan
Meningkatnya kasus kanker usus besar di kalangan Gen Z bukan terjadi tanpa sebab. Pola makan buruk, kurang gerak, dan gaya hidup modern jadi biang kerok utama. Penyakit ini tak lagi mengenal usia, tapi pencegahan tetap bisa dimulai kapan saja. Semakin cepat sadar dan berbenah, semakin besar peluang untuk hidup sehat di masa depan. Jangan tunggu sakit dulu baru peduli usus juga butuh perhatian.













