GUDANG NARASI – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan tekad kuat pemerintah untuk menjadikan sistem pendidikan nasional sederajat dengan yang terbaik di dunia. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Inggris pada Selasa (20/1/2026) waktu setempat. Pernyataan ini sekaligus menjadi peta jalan kebijakan pendidikan Indonesia yang akan menjadi prioritas utama pemerintahan dalam beberapa tahun ke depan.
Pendidikan menjadi isu sentral dalam visi pembangunan Indonesia 2045, di mana kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penentu daya saing bangsa di kancah global. Prabowo menyampaikan bahwa di abad ke-21 ini, ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan kekuatan utama suatu bangsa, sehingga pendidikan Indonesia harus mampu menyiapkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global.
Komitmen pada Standar Pendidikan Dunia
Dalam pertemuan dengan para akademisi dan pimpinan universitas terkemuka di Inggris, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia ingin mengejar ketertinggalan dalam kualitas pendidikan dan mencapai tingkat pendidikan yang sederajat dengan universitas terbaik di dunia.
“Kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar. Kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” ujar Prabowo kepada awak media.
Pernyataan ini mencerminkan ambisi pemerintah untuk tidak hanya memperbaiki aspek kuantitas pendidikan, tetapi juga meningkatkan mutu pendidikan secara signifikan melalui kerja sama global dan reformasi struktural dalam sistem pendidikan nasional.
Rencana Kolaborasi Internasional
Salah satu langkah strategis yang disampaikan Prabowo adalah mengundang perguruan tinggi unggulan dunia, khususnya dari Inggris, untuk berinvestasi dan membuka cabang institusi pendidikan di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah menjajaki kerja sama dengan universitas-universitas top di Inggris yang termasuk dalam jaringan seperti Russell Group, dengan tujuan memperkuat kapasitas pendidikan tinggi di dalam negeri.
Beberapa kampus luar negeri bahkan sudah menjalin kerja sama dan membuka program pendidikan di Indonesia. Contohnya adalah beberapa pihak perguruan tinggi Inggris yang telah membuka program Trans-National Education (TNE) di wilayah Jawa Timur dan Bandung, dengan fokus pada program pendidikan digital dan teknologi masa depan bidang yang dianggap krusial dalam perkembangan dunia pendidikan dan industri global.
Pendirian 10 Universitas Baru Berstandar Internasional
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga mengumumkan rencana besar pemerintah untuk mendirikan 10 universitas baru di Indonesia yang memiliki standar internasional tinggi. Universitas-universitas ini diproyeksikan untuk fokus pada bidang-bidang strategis seperti kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi.
Rencana pendirian universitas baru ini dilatarbelakangi oleh tantangan ketersediaan tenaga ahli profesional di Indonesia. Prabowo menyebut bahwa saat ini Indonesia masih mengalami kekurangan besar tenaga dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Jumlah lulusan dokter tiap tahun hanya sekitar 9 ribu orang, sementara kebutuhan nasional terus meningkat dan jumlah dokter yang pensiun setiap tahun juga signifikan.
Pemerintah bahkan mengusulkan agar universitas baru tersebut menggunakan standar pendidikan tinggi internasional termasuk model pendidikan dan bahasa pengantar bahasa Inggris untuk memastikan daya saing lulusan dalam skala global. Proyek strategis ini diharapkan dapat mulai menerima mahasiswa pada awal tahun 2028.
Pendidikan Kunci Pengentasan Kemiskinan dan Keadilan Sosial
Prabowo kembali menekankan perannya pendidikan dalam upaya pembangunan nasional. Ia mengatakan bahwa pendidikan bukan sekadar elemen formal dalam pembangunan, tetapi merupakan instrumen fundamental untuk memutus siklus kemiskinan dan mencapai keadilan sosial.
“Untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan setara, instrumen tercepat adalah pendidikan dan layanan kesehatan,” ungkapnya.
Selaras dengan pernyataan tersebut, program pemerintah sebelumnya seperti Sekolah Rakyat yang menyediakan pendidikan gratis dan akses lebih merata bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan sambutan positif dari pendidik. Mereka menilai inisiatif ini mampu membuka kesempatan lebih besar bagi anak-anak miskin untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan memutus lingkaran kemiskinan yang turun-temurun.
Tantangan dan Harapan di Depan
Meski langkah strategis untuk menyetarakan pendidikan Indonesia dengan standar dunia mendapat sorotan positif, masih ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Peningkatan kualitas guru, pemerataan fasilitas pendidikan di daerah tertinggal, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri global menjadi beberapa isu utama yang harus terus mendapat perhatian pemerintah.
Selain itu, alih teknologi pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta distribusi sumber daya pendidikan secara merata juga menjadi fokus besar dalam upaya reformasi pendidikan nasional yang ambisius ini.
Namun demikian, para pengamat pendidikan dan akademisi melihat inisiatif seperti kolaborasi internasional dan pendirian universitas baru sebagai langkah penting untuk mendorong Indonesia menjadi negara yang memiliki sistem pendidikan kompetitif di tingkat global.











