Kapolda Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Huntara di Aceh Tamiang

Kapolda Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Huntara di Aceh Tamiang

GUDANG NARASI – Mengawali hari pertama di tahun 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Kamis (1/1/2026). Kunjungan ini difokuskan untuk meninjau langsung kesiapan dan perkembangan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut di penghujung tahun 2025.

Dalam agenda penting tersebut, Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, tampak setia mendampingi Presiden Prabowo sejak kedatangan di helipad hingga peninjauan ke lokasi proyek hunian. Kehadiran pimpinan tertinggi Polri di Aceh ini bertujuan untuk memastikan aspek keamanan serta kelancaran distribusi bantuan bagi para pengungsi yang segera menempati fasilitas baru tersebut.

Percepatan Pemulihan Pascabencana

Presiden Prabowo tiba di Aceh Tamiang menggunakan helikopter TNI AU setelah sebelumnya bertolak dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Setibanya di lokasi Huntara yang terletak di Jalan Banda Aceh–Medan, Kebun Tj. Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Presiden langsung memeriksa kualitas bangunan yang dikerjakan oleh kolaborasi BUMN di bawah koordinasi PT Hutama Karya.

Proyek yang dikenal sebagai Rumah Hunian Danantara ini ditargetkan mencapai 600 unit secara total. Hingga kunjungan berlangsung, tercatat sebanyak 198 unit telah rampung sepenuhnya dan siap huni. Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat berlama-lama tinggal di tenda pengungsian yang kurang layak, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih fluktuatif.

“Tujuan kita satu, secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan rakyat. Danantara dan seluruh pihak terkait telah membuktikan bahwa kita bisa membangun dengan cepat dan gemilang,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para awak media dan pejabat daerah.

Fasilitas Huntara dan Peran Aparat Keamanan

Selama peninjauan, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah melaporkan kepada Presiden mengenai situasi keamanan di wilayah terdampak. Kapolda memastikan bahwa personel kepolisian telah dikerahkan secara masif untuk membantu proses rehabilitasi, mulai dari pembersihan sisa material banjir hingga pengawalan logistik untuk warga di Huntara.

Fasilitas Huntara di Aceh Tamiang ini didesain dengan standar minimum BNPB. Setiap unit berukuran sekitar 4,5 meter x 4 meter, lengkap dengan fasilitas kasur, lemari, dan kipas angin. Untuk mendukung kehidupan komunal yang sehat, kawasan ini juga dilengkapi dengan:

  • Dapur umum dan fasilitas sanitasi (MCK).
  • Pasokan air bersih dan instalasi listrik.
  • Mushola untuk kegiatan ibadah.
  • Akses internet dan area bermain anak.

Kapolda Aceh menyampaikan bahwa Polri melalui jajaran Polres Aceh Tamiang akan terus melakukan patroli rutin di sekitar area hunian untuk memberikan rasa aman bagi warga yang sedang dalam masa transisi pemulihan psikologis.

Pesan Kelestarian Alam

Selain meninjau fisik bangunan, Presiden Prabowo kembali mengingatkan masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Ia menekankan bahwa bencana banjir yang terjadi merupakan alarm bagi semua pihak untuk menghentikan praktik penebangan hutan secara ilegal di hulu sungai.

“Pejabat datang bukan hanya untuk seremoni, tapi melihat apa yang kurang dan apa yang bisa dibantu. Kita harus menjaga alam kita, jangan tebang pohon sembarangan lagi agar musibah seperti ini tidak terulang setiap tahun,” tegas Presiden.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), jajaran Direksi Hutama Karya, dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya. Kehadiran kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan (Kapolda) menunjukkan komitmen kuat negara dalam menangani krisis kemanusiaan di Aceh.