GUDANG NARASI – Kabar gembira bagi warga Jakarta, khususnya para pencinta olahraga dan ruang terbuka hijau. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa proyek revitalisasi besar-besaran di kawasan Kebayoran Baru, yang kini dikenal sebagai Taman Bendera Pusaka, akan segera diresmikan pada Februari 2026.
Taman yang mengintegrasikan tiga taman legendaris di Jakarta Selatan ini disebut-sebut akan menjadi saingan baru kawasan Gelora Bung Karno (GBK) sebagai pusat aktivitas olahraga warga.
Bocoran Tanggal Peresmian
Dalam keterangannya saat meninjau beberapa titik fasilitas publik pada awal Januari, Gubernur Pramono Anung memberikan bocoran mengenai jadwal pembukaan taman ini. Meski persiapan akhir masih terus dilakukan, pemerintah telah mengantongi dua opsi tanggal krusial.
“Insya Allah, Taman Bendera Pusaka akan diresmikan pada bulan Februari. Tanggalnya sekarang sedang dipilih, antara 9 Februari atau 20 Februari 2026,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).
Pihak Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah melakukan sinkronisasi jadwal dengan sejumlah tokoh nasional yang direncanakan hadir, mengingat taman ini memiliki nilai simbolis yang kuat bagi sejarah dan semangat kebangsaan.
Transformasi Tiga Taman Menjadi Satu Kawasan Terpadu
Taman Bendera Pusaka bukanlah taman yang dibangun dari nol di lahan kosong. Proyek ini merupakan hasil penggabungan dan revitalisasi total dari tiga taman eksisting di kawasan Barito, yaitu:
- Taman Langsat
- Taman Ayodya
- Taman Leuser
Ketiga taman ini dihubungkan dengan jembatan layang (skybridge) dan jalur pedestrian yang terintegrasi, menciptakan satu ekosistem hijau seluas kurang lebih 5,5 hingga 6,5 hektare. Dengan penggabungan ini, warga bisa berpindah dari satu area ke area lain tanpa harus keluar ke jalan raya yang padat kendaraan.
Fasilitas Unggulan: Jogging Track Sepanjang 1,2 KM
Salah satu daya tarik utama yang paling menonjol dari Taman Bendera Pusaka adalah lintasan larinya (jogging track). Pemprov DKI mengklaim lintasan ini akan menjadi salah satu yang ternyaman di Jakarta dengan panjang mencapai 1,2 kilometer.
“Ini menjadi alternatif baru bagi warga Jakarta untuk berolahraga. Jadi, pilihan tempat lari jangan hanya di GBK saja, sekarang warga Jakarta Selatan punya fasilitas yang kualitasnya setara bahkan lebih asri di Taman Bendera Pusaka,” tambah Pramono.
Selain lintasan lari, fasilitas olahraga lain yang telah disiapkan meliputi:
- Lapangan basket standar kompetisi.
- Lapangan voli dan bulu tangkis.
- Lapangan padel yang sedang tren.
- Area fitness outdoor dan ruang rekreasi keluarga.
Fungsi Ekologis dan Pengendali Banjir
Bukan sekadar tempat swafoto atau olahraga, Taman Bendera Pusaka dirancang dengan konsep infrastruktur hijau. Di bawah hamparan rumput dan pepohonan rimbun, Pemprov DKI telah membangun sistem drainase modern dan sumur resapan yang luas.
Taman ini diproyeksikan mampu menjadi daerah tangkapan air (parkir air) yang signifikan untuk mengurangi risiko genangan di wilayah Kebayoran Baru dan sekitarnya saat musim hujan tiba. Integrasi antara fungsi ekologis dan sosial inilah yang membuat proyek ini menjadi percontohan pembangunan kota berkelanjutan.
Simbol Kebangsaan
Nama “Bendera Pusaka” dipilih bukan tanpa alasan. Di area taman ini, rencananya akan berdiri sebuah monumen atau patung tokoh nasional, termasuk rencana pemasangan patung Ibu Fatmawati, sang penjahit Bendera Pusaka. Keberadaan unsur sejarah ini diharapkan dapat menanamkan rasa nasionalisme bagi setiap warga yang berkunjung.
Proses pembangunan taman ini sendiri dimulai sejak peletakan batu pertama pada 8 Agustus 2025 lalu. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, proyek ini berhasil dikebut hingga mencapai tahap penyelesaian akhir (finishing) pada Januari 2026.











