GUDANG NARASI – Operasi pencarian terhadap Syafiq Ridhan Ali Razan (18), seorang pendaki asal Magelang yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet, Jawa Tengah, kini memasuki fase krusial. Memasuki hari keenam sejak laporan kehilangan diterima, Tim SAR Gabungan memfokuskan pencarian ke area-area di luar jalur pendakian resmi setelah mendapatkan petunjuk baru terkait koordinat ponsel milik korban.
Hingga Jumat (2/1/2026), keberadaan Syafiq masih menjadi teka-teki. Tim pencari yang terdiri dari Basarnas, BPBD Pemalang, TNI, Polri, serta puluhan relawan lokal kini menyisir lembah-lembah curam dan jalur sungai yang berada di bawah jalur pendakian Dipajaya dan Bambangan.
Kronologi Kejadian: Niat Tektok yang Berujung Musibah
Peristiwa ini bermula ketika Syafiq dan rekannya, Himawan Choidar Bahran, melakukan pendakian dengan metode tektok mendaki tanpa menginap melalui Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang. Keduanya memulai perjalanan pada Sabtu malam (27/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB dengan estimasi kembali ke basecamp pada Minggu sore (28/12/2025).
Namun, saat perjalanan turun, tantangan besar muncul. Himawan dikabarkan mengalami kram kaki hebat di sekitar Pos 9 (Plawangan). Dalam situasi darurat tersebut, Syafiq berinisiatif turun terlebih dahulu untuk mencari bantuan. Sayangnya, rencana tersebut tidak berjalan mulus. Syafiq tidak pernah sampai ke basecamp, dan keduanya pun terjebak di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Himawan berhasil ditemukan lebih dahulu pada Selasa (30/12/2025) oleh pendaki lain dalam kondisi lemas di Pos 5. Ia segera dievakuasi ke basecamp untuk mendapatkan perawatan medis. Dari keterangan Himawanlah diketahui bahwa Syafiq terpisah darinya demi mencari pertolongan.
Penyisiran di Luar Jalur Pendakian
Kepala Unit Siaga SAR Basarnas Pemalang, Handika, mengungkapkan bahwa dugaan kuat Syafiq saat ini berada di luar jalur pendakian utama. Indikasi ini diperkuat dengan pelacakan titik koordinat melalui nomor IMEI ponsel korban yang sempat terdeteksi sebelum sinyalnya hilang.
“Kami mendapatkan titik koordinat dari IMEI HP yang berada di bawah Pos 5, tepatnya di antara Pos 5 dan Pos 4. Lokasi tersebut bukan di jalur pendakian, melainkan mengarah ke jalur sungai yang berada di bawah jalur Dipajaya dan Bambangan,” jelas Handika saat ditemui di Basecamp Dipajaya pada Jumat (2/1/2026).
Tim SAR menduga Syafiq tersesat saat mencoba mencari sumber air di sekitar jalur sungai tersebut. Kondisi vegetasi yang sangat lebat dan medan yang terjal di area lembah tersebut membuat proses pencarian memakan waktu lebih lama. Sebanyak lebih dari 70 personel gabungan telah diterjunkan untuk menyisir area yang dicurigai.
Kendala Cuaca dan Medan Terjal
Operasi kemanusiaan ini bukan tanpa hambatan. Gunung Slamet, yang merupakan puncak tertinggi di Jawa Tengah, dikenal memiliki cuaca yang sangat dinamis. Selama beberapa hari terakhir, hujan lebat disertai petir dan kabut tebal menyelimuti area puncak hingga lereng bawah.
Kepala BPBD Pemalang, Andri Adi, menyebutkan bahwa cuaca buruk sering kali memaksa tim SAR untuk menghentikan sementara pencarian demi keselamatan personel.
“Pandangan sangat terbatas karena kabut. Selain itu, medan yang licin dan curam di luar jalur resmi meningkatkan risiko bagi tim pencari. Namun, kami tetap berkomitmen melanjutkan pencarian saat cuaca memungkinkan,” ujarnya.
Pihak keluarga Syafiq dari Magelang juga telah berada di basecamp untuk memantau perkembangan. Naufal Hisyam (24), kakak korban, menuturkan bahwa sang ayah bahkan ikut mendaki bersama tim SAR untuk membantu mencari adiknya.
“Kami sekeluarga hanya bisa berharap dan berdoa agar Syafiq segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ungkap Naufal dengan nada penuh harap.
Solidaritas Warga Lokal
Selain tim profesional, puluhan warga lokal dari Desa Clekatakan turut ambil bagian secara sukarela dalam pencarian ini. Mereka yang memiliki pengetahuan mendalam tentang medan hutan di kaki Gunung Slamet memberikan bantuan navigasi bagi tim SAR.
Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, melepas puluhan pemuda desanya untuk membantu penyisiran.
“Ini adalah bentuk kepedulian warga kami. Meski mereka mengenal wilayah ini dengan baik, kami tetap mewajibkan mereka mematuhi instruksi dari Basarnas agar tidak terjadi kecelakaan tambahan,” kata Sutrisno.
Evaluasi Standar Pendakian
Akibat kejadian ini, jalur pendakian Gunung Slamet via Dipajaya ditutup sementara untuk umum guna memfokuskan seluruh tenaga pada proses pencarian. Otoritas setempat mengimbau para pendaki untuk selalu mempersiapkan perlengkapan darurat dan tidak memaksakan diri jika kondisi fisik atau cuaca tidak mendukung, terutama bagi mereka yang melakukan pendakian sistem tektok yang memerlukan stamina ekstra.
Saat ini, doa bersama terus mengalir dari warga di kediaman Syafiq di Magelang. Semua pihak berharap mukjizat menyertai Syafiq di tengah dinginnya hutan Gunung Slamet, dan koordinat terakhir yang didapat bisa segera membimbing tim SAR menemukan posisinya.











