GUDANG NARASI – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat dan aparat keamanan atas terciptanya situasi kondusif selama malam pergantian tahun 2026. Meski terjadi lonjakan mobilitas massa dan kunjungan wisatawan yang signifikan di berbagai titik utama, secara umum situasi nasional dilaporkan aman, tertib, dan terkendali.
Laporan ini disampaikan langsung oleh Menko Polkam usai melakukan pemantauan intensif di Gedung Promoter Polda Metro Jaya bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran terkait pada Rabu malam hingga Kamis dini hari (1/1/2026).
Situasi Kondusif di Tengah Lonjakan Wisatawan
Menko Polkam menegaskan bahwa berdasarkan pemantauan real-time dari wilayah Timur hingga Barat Indonesia mulai dari Papua hingga Lampung tidak ditemukan kejadian menonjol yang mengganggu stabilitas keamanan nasional. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat dianggap sebagai kunci suksesnya pengamanan ini.
“Alhamdulillah, dari hasil pengecekan lapangan dan koordinasi dengan daerah-daerah, secara umum situasi nasional terpantau sangat kondusif. Tidak ada hal yang menonjol selama kami melakukan pemantauan,” ujar Menko Polkam dalam konferensi pers tersebut.
Kesuksesan ini terasa luar biasa mengingat mobilitas masyarakat pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) tahun ini mengalami peningkatan drastis. Data menunjukkan pergerakan penumpang angkutan umum secara nasional telah menembus angka 10 juta orang, meningkat sekitar 4,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pusat Keramaian dan Strategi Pengamanan
Di Jakarta, pusat-pusat keramaian seperti Monas, Ancol, dan kawasan Bundaran HI dipadati oleh puluhan ribu warga. Taman Impian Jaya Ancol, misalnya, mencatat lebih dari 55.900 pengunjung yang memadati kawasan pantai meski sempat diguyur hujan ringan. Di Yogyakarta, kawasan Malioboro juga dibanjiri ribuan wisatawan, memaksa petugas untuk menerapkan rekayasa lalu lintas yang dinamis guna mencegah kemacetan total.
Untuk mengantisipasi lonjakan ini, Polri mengerahkan sekitar 312.000 personel di seluruh Indonesia dalam operasi terpadu yang bersifat antisipatif dan humanis. Menko Polkam menekankan bahwa pendekatan humanis ini berhasil menekan potensi konflik horizontal di titik-titik kepadatan.
“Ini adalah buah dari kerja sama kita semua. Petugas di lapangan tetap siaga, sementara masyarakat menunjukkan kedewasaan dalam merayakan pergantian tahun dengan tertib,” tambah Djamari Chaniago.
Penurunan Angka Kecelakaan dan Keamanan Siber
Salah satu poin positif yang disoroti adalah penurunan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Meskipun volume kendaraan di jalur-jalur wisata seperti menuju Kota Batu dan Puncak mengalami kenaikan hingga 150 persen, manajemen lalu lintas yang diterapkan melalui diskresi Korlantas Polri terbukti efektif.
Selain keamanan fisik, pemerintah juga memberikan perhatian pada keamanan siber dan premanisme. Polda Metro Jaya melaporkan telah menangani ribuan kasus kejahatan siber sepanjang tahun 2025 sebagai bagian dari upaya preventif menciptakan rasa aman menjelang akhir tahun. Sebanyak 348 preman juga telah diamankan guna memastikan ruang publik tetap nyaman bagi wisatawan.
Imbauan Pasca-Tahun Baru
Meski malam puncak pergantian tahun telah terlewati, Menko Polkam mengingatkan bahwa tugas pengamanan belum selesai. Posko Pusat Angkutan Nataru akan terus beroperasi selama 24 jam penuh hingga 5 Januari 2026 untuk memantau arus balik wisatawan.
Pemerintah juga tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah. Masyarakat yang melakukan perjalanan kembali ke rumah diminta untuk terus memantau informasi dari BMKG dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
“Kami berharap semangat kebersamaan ini terus kita pelihara memasuki tahun 2026 untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa kita,” tutup Menko Polkam.











