FIFA Hukum Al-Nassr Dilarang Rekrut Pemain Baru, Nasib Ronaldo Terancam?

FIFA Hukum Al-Nassr Dilarang Rekrut Pemain Baru, Nasib Ronaldo Terancam

GUDANG NARASI – Dalam perkembangan mengejutkan dunia sepak bola, FIFA baru saja memasukkan klub Saudi Pro League, Al-Nassr, ke dalam daftar klub yang dilarang mendaftarkan pemain baru menjelang dibukanya jendela transfer Januari 2026. Langkah disipliner ini diumumkan secara resmi dalam FIFA Registration Ban List dengan tanggal efektif mulai 19 Desember 2025, namun belum disebutkan kapan sanksi akan berakhir, karena tercatat secara umum sebagai sampai dicabut.

Penyebab Larangan: Isu Pembayaran dan Utang Transfer

FIFA tidak secara langsung merinci pelanggaran spesifik dalam rilis awal, tetapi sejumlah laporan media internasional mengungkap bahwa larangan ini berkaitan dengan tunggakan pembayaran terkait transfer bek Spanyol, Aymeric Laporte, dari Manchester City musim panas 2023. Klub Riyadh itu kabarnya belum melunasi kewajiban sebesar sekitar €9 juta, yang seharusnya dibayar sebelum 31 Agustus 2025.

Ini bukan pertama kalinya Al-Nassr berurusan dengan sanksi seperti ini. Pada Juli 2023, klub yang diperkuat Cristiano Ronaldo juga pernah dilarang mendaftarkan pemain baru karena gagal menyelesaikan pembayaran add-on kepada Leicester City atas transfer Ahmed Musa. Kala itu, larangan terpicu dari kewajiban sekitar €460.000 plus bunga yang diperintahkan oleh badan arbitrase FIFA.

Apa Arti Sanksi Ini bagi Al-Nassr?

Sanksi FIFA melarang Al-Nassr dari mendaftarkan pemain baru yang berarti meskipun mereka bisa menandatangani kontrak atau membayar biaya transfer, pemain baru tidak dapat didaftarkan secara resmi untuk tampil di kompetisi sampai sanksi ini dicabut. Ini menjadi pukulan tajam terutama karena Januari biasanya menjadi periode penting untuk memperkuat skuad untuk paruh kedua musim.

Larangan semacam ini dapat memengaruhi perencanaan jangka pendek dan panjang klub:

  • Tidak bisa memperkuat skuad untuk sisa musim 2025/26, padahal Al-Nassr bersaing di Liga Pro Saudi dan kompetisi Asia.
  • Batasan strategi jangka panjang dalam perekrutan talenta baru guna memperbaiki performa di liga dan kualifikasi piala.
  • Dampak finansial dan citra Redam kepercayaan sponsor serta potensi nilai pasar pemain.
  • Kesulitan dalam negosiasi transfer, karena lawan klub tahu Al-Nassr tidak dapat langsung memainkan pemain yang dibeli.

Dampak bagi Cristiano Ronaldo & Pemain Bintang

Bagi Cristiano Ronaldo (40 tahun), sanksi ini datang di tengah upaya klub mempertahankan daya saing di level tertinggi. Ronaldo sempat memperpanjang kontraknya dengan Al-Nassr hingga 2027, menunjukkan komitmennya untuk terus bermain di Riyadh dan mencetak gol demi gelar tertinggi bersama klub tersebut.

Namun, larangan pendaftaran bisa berdampak signifikan:

  • Keterbatasan dukungan skuad: Ronaldo mungkin harus tampil dengan skuad yang ada tanpa penambahan kualitas baru di tengah musim. Kondisi ini bisa melemahkan persaingan Al-Nassr untuk gelar liga dan prestasi di kompetisi Asia.
  • Skenario “abu-abu” di pasar transfer: Rumor perpindahan pemain berkualitas atau dukungan baru untuk Ronaldo kini terhambat, karena pemain target tidak dapat bermain meskipun telah dibeli.
  • Keraguan masa depan pemain lain: Pemain kelas dunia lain di Riyadh juga mungkin memikirkan ulang kontrak atau karier mereka, apalagi jika tidak ada kemungkinan memperkuat tim sampai masalah keuangan diselesaikan.

Lebih jauh, media internasional menggambarkan situasi ini sebagai “pukulan besar” bagi Al-Nassr yang tengah membangun tim berkelas dunia dengan pemain veteran dan berpengalaman di level tertinggi. 

Situasi Klub Saudi yang Lebih Luas

Al-Nassr bukan satu-satunya klub Saudi yang mengalami masalah ini. Beberapa klub di Liga Pro Saudi termasuk Al Shabab, Damac, dan Al Riyadh juga terlihat masuk dalam daftar klub yang dilarang mendaftarkan pemain karena urusan keuangan yang belum terselesaikan.

Ini mencerminkan masalah yang lebih luas dalam liga, di mana banyak klub berjuang menyelesaikan kewajiban kepada pemain, agen, dan klub lain, sekaligus bersaing di pasar transfer global yang semakin kompetitif.

Solusi dan Prospek Ke Depan

FIFA biasanya menghapus larangan pendaftaran setelah klub yang terkena sanksi menyelesaikan utang atau sengketa secara tuntas. Dalam kasus sebelumnya pada 2023, Al-Nassr sempat berhasil mencabut sanksi setelah menyelesaikan kewajiban kepada Leicester dan otoritas terkait.

Dengan pendekatan yang sama, Al-Nassr harus:

  1. Melunasi utang transfer kepada Manchester City terkait Aymeric Laporte.
  2. Menyelesaikan berbagai sengketa lain yang mungkin muncul di badan arbitrase sepak bola internasional.
  3. Menjalin negosiasi dengan FIFA dan pihak terkait untuk mempercepat proses pencabutan larangan.