Sekolah Terintegrasi, Jurus Nasional Pemerataan Pendidikan Berkualitas

Sekolah Terintegrasi, Jurus Nasional Pemerataan Pendidikan Berkualitas

GUDANG NARASI – Pemerintah Indonesia tengah mempercepat penyelenggaraan program Sekolah Terintegrasi sebagai bagian dari strategi nasional untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh wilayah tanah air. Program ini dibahas secara intensif dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) pada 29 Januari 2026 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta.

Rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang PMK, Pratikno, dan dihadiri oleh pimpinan lintas kementerian serta lembaga negara untuk menyamakan persepsi dan menguatkan koordinasi dalam implementasi kebijakan ini. Fokus pembahasan adalah percepatan penyelenggaraan Sekolah Terintegrasi agar bisa menjadi fondasi kuat dalam transformasi pendidikan nasional.

Apa Itu Sekolah Terintegrasi?

Program Sekolah Terintegrasi merupakan konsep satuan pendidikan yang menggabungkan:

  • Penguatan akademik
  • Pembentukan karakter
  • Pengembangan kompetensi global

tujuannya menghasilkan lulusan yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, kreatif, kritis, mandiri, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Pendekatan ini menitikberatkan pada pembelajaran yang integratif dan inklusif, mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA di satu kawasan pendidikan yang holistik. Sekolah Terintegrasi dirancang untuk memperkuat kapasitas peserta didik dalam delapan karakter utama, yaitu:

  1. Keimanan dan ketakwaan
  2. Sikap kewargaan
  3. Kemampuan berpikir kritis
  4. Kreativitas
  5. Kolaborasi
  6. Kemandirian
  7. Kesadaran kesehatan fisik dan mental
  8. Kecakapan komunikasi

Model ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam mengatasi disparitas kualitas pendidikan antarwilayah terutama antara daerah perkotaan, pinggiran, dan terpencil.

Latar Belakang Kebijakan

Program Sekolah Terintegrasi merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan pendidikan berkualitas yang merata dan terjangkau bagi seluruh anak Indonesia. Arahan Presiden ini telah menjadi perhatian tinggi dalam berbagai kebijakan prioritas pendidikan, termasuk penguatan pendidikan vokasional dan pencapaian pemerataan kualitas pendidikan di tingkat nasional.

Dalam arahan tersebut, Presiden menegaskan perlunya sistem pendidikan yang tidak sekadar memperbanyak bangunan sekolah, tetapi juga mengintegrasikan berbagai program pendidikan secara komprehensif agar mampu menjawab tuntutan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja.

Peran Lintas Kementerian

Dalam RTM pembangunan Sekolah Terintegrasi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menekankan pentingnya peran kementerian dan lembaga dalam memastikan tata kelola program terstruktur serta operasionalnya berjalan efektif.

Menurut Menteri Rini, keterhubungan kerja antarinstansi menjadi aspek krusial untuk memastikan program ini dapat:

  • Berlaku konsisten
  • Terukur dalam implementasi
  • Akuntabel dalam pelaksanaannya

Kementerian PANRB juga bertugas memetakan struktur kerja lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, sehingga setiap peran dan tanggung jawab jelas. Hal ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pendidikan nasional dan mencegah duplikasi fungsi serta inefisiensi.

Manfaat dan Dampak Program

Program Sekolah Terintegrasi dirancang tidak hanya untuk mengejar target kuantitas sekolah, tetapi juga kualitas pembelajaran yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan masa depan. Beberapa manfaat utama dari transformasi pendidikan ini antara lain:

1. Pemerataan Akses Pendidikan

Dengan model integratif, pemerintah berupaya membuka peluang pendidikan berkualitas hingga ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), sekaligus menjembatani kesenjangan kualitas antarwilayah.

2. Pengembangan Kompetensi Siswa

Sekolah Terintegrasi bertujuan membekali siswa dengan kompetensi global dan soft skills, yang sangat dibutuhkan dalam era digital dan ekonomi pengetahuan.

3. Penguatan Karakter Bangsa

Pembelajaran delapan karakter utama diarahkan untuk membentuk generasi yang memiliki integritas, tanggung jawab sosial, serta kemampuan kolaboratif dalam kehidupan bermasyarakat.

Kaitannya dengan Inisiatif Pendidikan Lain

Program Sekolah Terintegrasi juga berjalan seiring dengan berbagai inisiatif lain pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, seperti:

  • Program Sekolah Rakyat Berasrama untuk anak dari keluarga kurang mampu, sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan.
  • Sekolah Garuda model sekolah unggulan yang dikembangkan untuk menyiapkan talenta unggul dengan pendekatan akademik dan karakter yang kuat.
  • Penekanan pada pendidikan vokasional untuk meningkatkan keterampilan lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Tantangan dan Harapan

Meskipun program Sekolah Terintegrasi menjanjikan berbagai manfaat, implementasinya tidak lepas dari tantangan, di antaranya:

  • Penyediaan infrastruktur fisik dan digital di wilayah terpencil
  • Ketersediaan sumber daya guru yang kompeten
  • Sinergi antara pusat dan daerah agar kebijakan dapat berjalan efektif di tingkat lokal

Namun, pemerintah optimis bahwa dengan komitmen lintas kementerian dan dukungan masyarakat, Sekolah Terintegrasi dapat membuka peluang baru dalam menjawab tantangan pendidikan Indonesia di masa depan.

Presiden Prabowo Subianto bahkan telah menekankan bahwa pendidikan berkualitas adalah kunci dalam memutus mata rantai kemiskinan, sehingga program ini bukan sekadar pembangunan sekolah, tetapi merupakan investasi strategis untuk generasi bangsa.