Tren HP Android 2026: RAM 12 GB Langka, RAM 4 GB Kembali Populer

Tren HP Android 2026 RAM 12 GB Langka, RAM 4 GB Kembali Populer

GUDANG NARASI – Pasar smartphone Android diperkirakan akan mengalami perubahan dramatis pada spektrum spesifikasi hardware tahun 2026, khususnya dalam hal kapasitas RAM. Analis industri dan sumber riset pasar kini menyuarakan kemungkinan bahwa konfigurasi RAM yang selama ini dianggap standar seperti 12 GB akan semakin langka, sementara RAM 4 GB, yang sempat ditinggalkan beberapa tahun terakhir, diprediksi akan kembali populer, terutama di segmen entry‑level.

Mengapa RAM 12 GB Bisa Menjadi Langka?

Sejak beberapa tahun terakhir, ponsel Android terutama di segmen menengah ke atas kerap menggunakan konfigurasi RAM besar sebagai nilai jual utama. RAM 12 GB bahkan menjadi titik tengah yang umum bagi model kelas mid‑range, menawarkan multitasking dan performa lebih halus untuk aplikasi berat. Namun, laporan terbaru dari TrendForce dan pakar industri memperingatkan tren tersebut bisa terbalik pada 2026.

Salah satu faktor utama di balik perubahan ini adalah peningkatan harga global untuk chip memori DRAM. Permintaan yang besar dari sektor lain terutama server dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) telah memaksa produsen DRAM seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron untuk memprioritaskan pasokan ke pasar AI yang jauh lebih menguntungkan. Akibatnya, pasokan RAM untuk perangkat konsumen menjadi lebih terbatas, dan harga komponennya melonjak tajam.

Laporan juga menunjukkan bahwa harga kontrak DRAM naik lebih dari 75 % pada kuartal terakhir 2025 dan diproyeksikan tetap tinggi pada awal 2026, membuat pabrikan smartphone menghadapi dilema berat: menaikkan harga jual perangkat, atau mengurangi spesifikasi hardware.

Efek ke Segmen Flagship dan Mid‑Range

Dampak dari lonjakan harga memori ini tak hanya dirasakan oleh ponsel murah. Bahkan di kelas atas, beberapa flagship yang biasanya menawarkan RAM besar, seperti 16 GB atau bahkan 24 GB, diprediksi akan fokus pada 12 GB atau bahkan tetap pada konfigurasi yang sama tanpa peningkatan signifikan. Pakar memperkirakan model dengan RAM 16 GB bisa menjadi sangat terbatas di pasar mainstream, hanya tersedia untuk niche gaming atau profesional yang siap membayar ekstra.

Sebagai contoh, tren di beberapa bocoran dan prediksi industri menunjukkan bahwa tanpa perubahan signifikan, ponsel flagship generasi 2026 akan mempertahankan RAM di kisaran 12 GB. Meski RAM tersebut masih dianggap cukup untuk kebanyakan tugas, hal ini dianggap sebagai stagnasi atau bahkan regresi dibandingkan ekspansi kapasitas yang kita lihat selama beberapa generasi smartphone sebelumnya.

Kembalinya RAM 4 GB di Ponsel Murah

Sementara itu, di segmen entry‑level, tren penurunan spesifikasi RAM terlihat semakin nyata. Setelah beberapa tahun di mana model murah beralih ke konfigurasi 6 GB atau 8 GB sebagai minimum, banyak analis memproyeksikan bahwa RAM 4 GB akan kembali menjadi pilihan standar untuk ponsel Android murah tahun 2026.

Ini adalah fenomena yang dianggap sebagai respons terhadap tekanan biaya produksi dan kebutuhan untuk menjaga harga eceran tetap kompetitif. Untuk menjaga margin keuntungan dan harga jual yang menarik bagi konsumen yang sensitif terhadap harga, banyak produsen di segmen ini kemungkinan akan mengorbankan kapasitas RAM dan komponen lain demi menekan biaya.

Beberapa laporan bahkan menyebut bahwa dukungan seperti slot microSD yang sempat menjadi fitur yang banyak dihapus oleh pabrikan bisa kembali dihadirkan sebagai cara untuk memberikan nilai tambah pada ponsel murah, sehingga pengguna bisa mendapatkan ruang penyimpanan lebih walau RAM rendah tetap ada.

Dampak ke Konsumen dan Penggunaan Sehari‑hari

Perubahan tren RAM ini akan berdampak langsung bagi konsumen pada dua arah:

1. Konsumen Entry‑Level

Ponsel dengan RAM 4 GB akan kembali menarik di pasar murah, tetapi banyak pengguna mengkhawatirkan pengalaman multitasking dan performa perangkat modern yang semakin haus memori. Di era Android 14/15 dan aplikasi yang semakin berat, RAM 4 GB sering kali terasa terbatas, apalagi jika menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan.

Namun, segmen konsumen ini sering mengutamakan harga di atas performa tinggi, sehingga RAM rendah kemungkinan masih bisa diterima sebagai kompromi demi harga lebih terjangkau.

2. Konsumen Mid‑Range dan Premium

Untuk segmen menengah dan atas, tren ini berarti konsumen mungkin tidak melihat peningkatan RAM signifikan dalam beberapa model baru, bahkan pada ponsel yang diposisikan sebagai pembaruan atau suksesor model populer. Walau 12 GB RAM masih mencukupi untuk banyak kebutuhan, stagnasi jumlah memori ini bisa terasa membatasi terutama jika teknologi aplikasi dan AI di perangkat semakin menuntut memori lebih banyak.

Respons Pabrikan

Beberapa pabrikan seperti Xiaomi, Realme, dan Samsung telah mengakui tantangan yang lebih luas dalam rantai pasok memori, meskipun berbeda dalam strategi masing‑masing. Untuk menjaga harga tetap kompetitif, beberapa di antaranya lebih memilih menyesuaikan konfigurasi memori ketimbang menaikkan harga perangkat secara signifikan.

Sementara itu, pabrikan lain mencoba solusi optimasi perangkat lunak (software) agar penggunaan RAM lebih efisien, sehingga memungkinkan perangkat dengan RAM lebih kecil tetap dapat memberikan pengalaman optimal kepada pengguna.